Latest Post

Kerjasama Air Internasional, Hari Air 2013

Written By Unknown on Minggu, 26 Januari 2014 | 23.13


Air sangat esensial bagi kehidupan, manusia dan perkembangan ekonomi. Bagaimanapun sumber daya air di planet bumi ini terbatas dan tidak terdistribusi secara merata baik dengan waktu maupun tempat. 

Permintaan akan air meningkat untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan populasi dunia, sekarang ini dengan 7 milyar orang, untuk produksi, energi, industri dan bahkan penggunaan dalam skala rumah tangga. Dewasa ini tekanan urbanisasi, polusi, dan pemanasan global telah mengancam sumber daya air.

Di Indonesia, pemerintah daerah kurang peduli terhadap ketersediaan air minum dan sanitasi. Ada proses distribusi yang tidak merata antara pemenuhan air di perkotaan dan di pedesaan. Ironis, ketika melihat sebuah desa seperti Gerahong yang berada dekat dengan gunung Salak sempat mengalami kekeringan. 


Tahun ini Hari Air mengusung tema Tahun Kerjasama Air Internasional. Manajemen air diperlukan agar keberlanjutan dan distribusi air merata antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Terutama di negara-negara seperti Afrika. 

"Memecahkan tantangan manajemen air perkotaan sangat penting untuk membuka potensi ekonomi Afrika dan meningkatkan tingkat kesejahteraan dari penduduk kota," kata Manajer Sektor Bank Dunia untuk Pembangunan dan Jasa Perkotaan di Kawasan Afrika, Alexander Bakalian, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu. (Antaranews)

Hutan Papua Dicaplok Kelapa Sawit

sumber gambar: alamendah
BuletinBelantara.com,- Indonesia mengalami deforestasi yang cukup parah. Setidaknya saat ini hutan di Papua seluas 300.000 ha mengalami deforestasi akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit.

Data tersebut diungkapkan oleh Charles Tawaru, koordinator Greenpeace di Papua. Seperti dikutip Tempo, ia mengatakan bahwa akibat mega proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE), saat ini di Kabupaten Merauke terjadi peningkatan deforestasi hutan di Papua. 

"MIFEE mengambil bagian besar dengan membuka seluas 228.022 ha hutan. Dan di Manokwari, 45.000 ha hutan telah dibabat" Ungkap Charles (10/8/2012).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa PT. Hendrison Iriana di Kabupaten Sorong juga mengambl bagian dalam deforestasi hutan seluas 21.500 ha. Begitu pula PT. Rajawali Group yang juga melenyapkan hutan seluas 18.337 ha. 

Data dari Greenpeace luas hutan ini menyusut dari 42 juta ha menjadi 30,07 juta ha. Rata-rata Papua mengalami deforestasi 143.680 ha per tahunnya. Padahal Indonesia merupakan paru-paru dunia yang memiliki hutan hujan tropis. Hutan tropis menyimpan karbon di tanah dan pepohonan. Seperti spons/busa, hutan tropis menyerap karbondioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fossil sebagai sumber energi. Kita, penduduk bumi memerlukan hutan untuk meredam, dan melawan perubahan iklim. 

“Kewajiban saya untuk menyelamatkan hutan Papua, namun tanpa dukungan masyarakat, tugas-tugas ini hampir mustahil tercapai,” tandas Charles. (Tempo/dsp)

Banjir Bekasi

Banjir yang menggenangi tanggul Pertamina dan desa Buni Bakti

BuletinBelantara - Bekasi. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di desa Buni Bakti Babelan, Bekasi Utara. Sungai CBL yang mengalir dari Citarum ke laut ini tidak sanggup lagi menahan debit air. Akibatnya, air masuk ke pemukiman warga setinggi 2-3 meter.

Menurut Syahrudin Bedon, kepala dusun (Kadus) II Buni Bakti, banjir tahunan kali ini merupakan yang terparah ketiga seterlah tahun 2001 dan 2013. Setidaknya, wilayah yang dihuni oleh 9000 jiwa ini terendam banjir dan akses jalan terputus oleh banjir setinggi 30 centimeter.

"Selain luapan sungai CBL, sejak tahun 2000-an Pertamina membuat proyek gas dan membuat tanggul jadi aliran tertahan oleh tanggul itu," Kata Syahrudin.

Selain tanggul Pertamina, lanjut Kadus yang akrab dipanggil Bedon, air tertahan karena pintu pembuangan tanggul milik perusahaan plat merah itu hanya ada satu, menyebabkan air surut relatif lebih lama. Pantauan Buletin Belantara, ada 4 titik wilayah terparah yakni RT 08, 09, 15 dan 16.

Warga berharap, pemerintah kota Bekasi tanggap terhadap bencana ini dan segera membuat turab dari beton agar banjir tidak terjadi setiap musim penghujan datang.

"Kalau hanya dibuat tanggul, selalu jebol," tandasnya.

Reportase: Ahmad Barqu Syudjai dan Meilanih
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Buletin Belantara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger